LOMBA DAN SEMINAR MATEMATIKA

Matematika bukan sekedar menghafal rumus melainkan pemahaman bahasa yang memungkinkan orang untuk mengkomunikasikan ide-ide dalam angka. Anda mungkin dapat melakukan perhitungan tetapi jika tidak mengerti bahasanya anda akan mengalami kesulitan saat berkomunikasi secara matematis. Sebagian besar aplikasi matematika mengharuskan anda tidak hanya melakukan secara matematis, melainkan mengkomunikasikan matematika. Saya menemukan bahwa guru mampu mengerjakan persoalan matematika tetapi ketika mereka harus menjelaskan mengapa matematika dilakukan dan bagaimana mengaplikasikannya di lain tempat, banyak guru menyadari bahwa mereka datang dari latar belakang yang tidak menduga untuk bisa mengkomunikasikan matematika dan harus memeriksa kembali keyakinan dan asumsi mereka tentang matematika untuk memutuskan siklus ini. Demikian diungkapkan Christie McKee dari California State Polytechnic University, Pomona, California, Amerika Serikat dalam Seminar Nasional bertema “Peran Pembelajaran Matematika dalam Mengintegrasikan Budi Pekerti dan Kemampuan Berpikir Logis” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika (Himatika) FMIPA UNY pada Sabtu 17 April 2010 di Ruang seminar FMIPA UNY dalam rangkaian kegiatan Lomba dan Seminar Matematika (LSM) ke-18. Dibuka oleh Pembantu Dekan III FMIPA UNY Drs. Sutiman, seminar ini juga menampilkan pembicara Prof. Dr. Utari Sumarmo dari FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Bandung yang membahas tentang pengertian berfikir logis, kritis, kreatif dan budi pekerti serta mengapa dan bagaimana mengembangkannya pada siswa. Matematika tidak dapat lepas dari kehidupan keseharian, mulai dari bentuk yang sederhana hingga hitungan yang sangat kompleks. Karakteristik matematika sebagai bahasa simbol yang efisien, serta memiliki keteraturan yang indah serta analisis kuantitatif membantu memecahkan masalah berbagai cabang ilmu pengetahuan dan masalah sehari-hari. Karakteristik matematika yang lain menekankan pada proses deduktif yang memerlukan penalaran logis dan aksiomatik, dari sini matematika dikenal sebagai ilmu yang terstruktur dan sistematis dalam arti matematika tersusun secara hierarkis dan terjalin dalam hubungan fungsional yang erat, lanjut Utari.

LSM yang merupakan agenda rutin tahunan Himatika bertujuan melatih daya nalar dan sportivitas siswa serta diharapkan materi yang diberikan dalam lomba dapat pula digunakan sebagai alternatif bahan pengayaan dalam pembelajaran di sekolah. Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa siswa juga memiliki andil dalam memajukan pelajaran matematika dengan meningkatkan semangat kompetensi bagi banyak siswa SMP di penjuru nusantara. Lomba Matematika tingkat SMP diikuti oleh 582 peserta dari SMP negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Untuk menyeleksi Lomba Matematika kali ini Himatika bekerjasama dengan institusi lain untuk melaksanakan seleksi awal bagi peserta pada 6 regional yaitu Bandung, Lampung, Semarang, Jakarta, Surabaya serta Yogyakarta sebagai tuan rumah yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 April 2010 lalu. Pada lomba matematika hari ini terpilih 50 orang finalis yang akan memperebutkan tropi dari Menteri Pendidikan Nasional. Pemenang Lomba Matematika ke - 18 ini adalah juara I Kevin Christian dari SMP IPK Tomang Jakarta, juara II Christopher Melky dari SMP IPK Pluit Jakarta, juara III Richard Akira Heru dari SMP PL Dominico Savio Semarang, juara IV Kristianto wirawan dari SMP Frater Xaverius I Palembang, dan juara V Lutfi Nasirudin dari SMPN 1 Jetis Ponorogo.