Tim PKM PM FMIPA UNY ikut serta dalam kegiatan Reresik Kali Code Jetisharjo dalam Rangka Implementasi Kerukunan Umat Beragama

Tim PKM-PM DigiCODE FMIPA UNY turut ambil bagian dalam kegiatan Reresik Kali Code Jetisharjo yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Pemerti Kali Code. Kegiatan ini berlangsung di Taman Pasar Minggon Jetisharjo, Cokrodiningratan pada Selasa, 26/8/25.
Melalui kegiatan ini, tim PKM berkesempatan berkolaborasi langsung dengan berbagai pihak, yaitu Kemenag Kota Yogyakarta, Satgas DLH, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), Pemkot Yogyakarta, Walikota Yogyakarta, Ketua LPMK, Kelurahan Cokrodiningratan, Kelompok Tani Teras Hijau, dan Bank Sampah Bumi Lestari. Dalam kegiatan ini tim PKM PM FMIPA UNY turut mengajak mahasiswa dari BEM FMIPA dan UKMF Hancala.
Rangkaian acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Kemenag dan Asisten I Pemkot Yogyakarta, dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan sungai. Selanjutnya, Walikota Yogyakarta melakukan penebaran benih ikan di Sungai Code, memberikan sambutan, serta menyerahkan secara simbolis bibit tanaman sayur kepada kelompok masyarakat Bank Sampah Bumi Lestari dan Kelompok Tani Teras Hijau.
Anggota Tim, Hasna mengatakan, selain kegiatan reresik tersebut, tim PKM-PM DigiCODE juga turut aktif dalam kegiatan edukasi Sekolah Sungai Code bersama mahasiswa ACICIS (Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies) pada Juli 2025, mahasiswa AUN (ASEAN University Network), serta mahasiswa dari Research Center for Politics and Government UGM pada Agustus 2025. Sebagai bentuk pengenalan dan sharing tentang sungai dan lingkungannya serta program DigiCODE yang diusulkan oleh tim, tim PKM juga berkesempatan berdiskusi dengan Pusdal LH Kalimantan, Prof. Stefano Toshiya Tsukamoto (President of Yamanashi Eiwa College), dan Prof. Dr. Friederike Trotier.
“Partisipasi tim PKM DigiCODE dalam berbagai kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi antar lembaga dan komunitas, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kontribusi mahasiswa dalam edukasi pelestarian lingkungan sungai, mitigasi bencana bantaran sungai, memperluas jejaring, dan menguatkan harmoni masyarakat”, tambahnya. (hasna/witono)